Catatan dari Piala Presiden 2017.
Jika anda memperhatikan dua tim dari Liga 2, yaitu PSS Sleman dan PSCS Cilacap di event Piala Presiden 2017, mungkin anda akan angkat topi buat tim PSS Sleman.
PSS Sleman ternyata patut diperhitungkan oleh sesama kontestan Liga 2, bahkan kontestan dari Liga 1.
Perhatikan baik-baik klasemen akhir Piala Presiden 2017, khususnya buat tim yang nilainya 3 atau dibawah nilai 3.
A4. PSS Sleman 3 0 3 0 3-3 3
B4. PS TNI 3 0 0 0 1-7 0
C2.PSM 3 1 0 2 4-4 3
C3. Persela 3 1 0 2 2-4 3
C4. Persiba 3 1 0 2 3-6 3
D4. Bali United 3 0 2 1 3-4 2
E3. PSCS 3 1 0 2 1-6 3
E4. Perseru 3 0 0 0 2-10 0.
(Keterangan : A4 Berarti Grup A di posisi akhir 4).
Dari delapan tim itu, hanya PSS Sleman yang tidak menggunakan pemain asing. Pelatih PSS Fredy Muli pernah mengatakan, Piala Presiden bukan sasaran utama. Sasaran utamanya adalah melakoni sekaligus menjuarai kompetisi Liga 2. Karena Fredy Muli ditarget mengangkat PSS ke kasta yang lebih tinggi, Liga 1.
Sementara PSCS yang sama-sama dari Liga 2 memakai pemain asing. Hasilnya ? Ternyata PSS Sleman tidak mengecewakan buat pendukung Slemania dan BCS, suporter yang senantiasa memenuhi Stadion Maguwoharjo Sleman.
Meski PSS tidak menggunakan jasa pemain asing, PSS mampu merebut nilai 3. Hasil dari tiga kali main, tidak pernah menang, tapi juga tidak pernah kalah melawan tim yang notabene kastanya lebih tinggi dari PSS Sleman. Lawan yang dihadapai PSS adalah Mitra Kukar, Gresik United, dan Persipura. Selisih Gol PSS adalah 3-3. Artinya memasukkanj gol ke gawang lawan 3 kali, gawangnya juga kemasukkan gol 3 kali.
Sedangkan PSCS yang memakai pemain asing nilainya juga 3. Tetapi selisih memasukkan gol dan kemasukkan gol 1 banding 6. Hanya bikin gol 1 kali, tetapi kemasukan gol sampai 6 kali.
Perbandingan dengan tim Liga 1.
Sekarang coba bandingkan dengan PS TNI,PSM, Persela, Persiba Balikpapan, Bali United, dan Perseru Serui !
Anda tahu sendiri, bahwa PS TNI diperkuat banyak alumni dari Piala AFF U-19 , ternyata tidak bisa berbuat banyak. PS TNI malah dapat nilai Nol. Selisih gol juga memprihatinkan, memasukkan 1 gol, tetapi kemasukkan 7 gol. Tragis ! Mungkin inilah tim calon kuat Degradasi kompetisi Liga 1 musim 2017.
Baca : Belajar Pada suporter PSS Sleman.
Bagaimana dengan Perseru serui ?
Waoo, ternyata lebih parah lagi ! Meski diperkuat pemain asing, Perseru juga tidak dapat nilai sama sekali. Selisih golnya juga patut dikasihani. Memasukkan 2 gol, tetapi kemasukkan 10 gol. Alamak ! ini lah calon kuat degradasi mendampingi PS TNI.
Lalu bagaimana jika PSS dibandingkan dengan PSM Makasar, Persela Lamongan, dan Persiba Balikpapan ? Tiga tim itu diperkuat pemain asing. Juga hanya dapat nilai tiga. Hasil dari sekali menang dan dua kali kalah.
PSM diperkuat pemain asing. Mantan pemain senior di Piala AFF juga ada. Toh PSM hanya dapat nilai 3. Selisih gol yang sedikit berbeda 4 gol berbanding 4 gol. Persela minus 2 gol . Sedang Persiba Balikpapan minus 3 gol.
Jika dibandingkan dengan Bali United, ternyata PSS Sleman malah lebih baik. Bali United diperkuat pemain asing. Banyak pemain muda dan jebolan pemain di Piala AFF U-19. Nilainya malah hanya 2.
Jangan dibandingkan dulu dengan tim Liga 1 yang lolos ke babak 8 besar, karena tim-tim itu bertaburan pemain nasional dan banyak pemain asing. Jika parameternya adalah babak 8 besar, tentu PSS masih Not too Good. Tapi jika dibandingkan dengan PSCS yang sesama Liga 2, atau dibandingkan dengan tim-tim dari Liga 1, seperti PS TNI, PSM, Persela, Persiba Balikpapan, Bali United dan Perseru Serui, ternyata PSS Sleman Not too Bad.
Hhookkyyaaaa…..!
(Baca juga : Brigata Curva Sud, PSS Sleman, dan Makna Koreografi).
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment