Namanya sudah tidak asing lagi bagi pecandu sepakbola di Indonesia. Ya, Hansamu Yama Pranata. Pemain jebolan Piala AFF-19 asuhan Indra Sjafri.
Namanya makin mencuat ketika mencetak gol lewat tandukan kepalan , saat Timnas Indonesia senior tampil Piala AFF 2016. Penampilannya sangat impresif. Pelatif Alfred Riedle, tak salah memasukkan Hansamu disaat Bek Yanto Basna tampil kurang meyakinkan.
Kesempatan Hansamu untuk meng-explore kemampuannya, akan semakin terlihat, saat Pelatih Timnas Luis Milla memanggilnya untuk seleksi. Tentu saja persiapan menuju Sea Games 2017 di Malaysia.
Gaya permainan Hansamu di klub dan di Timnas mendapat aplaus dari Jackaen F. Tiago. Menurut Jacksen Tiago, gaya permainan Hansamu lugas, bersih, cerdas, dan tak kenal kompromi. Wajar jika Hansamu selalu menjadi pilihan utama di Timnas Indonesia.
Baca Juga : Djajang Nurjaman, ikonik Kota Bandung.
Jacksen Tiago pernah berujar, Timnas Indonesia pernah punya pemain Bek handal, antara alain Robby Darwis, Bejo Sugiantoro, sampai Hamka Hamzah. Dan saat ini, Hansamu adalah penerusnya. Hansamu adalah Bek terbaik dan bisa menjadi Bek termahal di Indonesia.
Hansamu Yama Pranata lahir di Mojokerto, 16 Januari 1995. Perjalanan kariernya dimulai dari SSB Mojokerto Muda kisaran tahun 20110-2011. Talenta Hansamu mengolah Si Kulit Bundar makin kelihatan, ketika dipanggil untuk memperkuat SAD Indonesia tahun 2011-2013, untuk berguru di Uruguay.
Ilmu yang diperoleh selama memperkuat SAD Indonesia, membawa hasil positif saat Timnas U-19 merebut Juara Piala AFF Tahun 2013.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment