![]() |
Robert Lewandowski,Centre-Forward andalan Polandia dan Bayern Munich. |
Inilah beberapa jenis Forward. Forward dalam istilah
sepakbola bisa disebut
sebagai seorang
Penyerang. Di
beberapa liga profesional
menyebutnya striker, di liga yang lain lebih familier dengan istilah Forward.
Forward adalah pemain yang bermain
paling dekat dengan tim lawan (gawang lawan), dan tugas utamanya adalah
mencetak gol.
Posisi seorang Forward yang maju
mendekati gawang lawan, membuat tanggungawab terhadap daerah pertahanannya sendiri menjadi terbatas.
Tugas Forward memang bukan menjaga
daerah pertahanan, tetapi bertanggung jawab terhadap setiap peluang bola
menjadi sebuah gol.
Formasi tim modern umumnya mencakup
satu sampai tiga Forward, misalnya formasi 4-2-3-1 yang umum mencakup seorang
Forward. Sedangkan formasi
yang tidak konvensional, mungkin bisa lebih dari tiga Forward.
1. Centre-Forward atau Penyerang Tengah
Peran utama dari seorang pemain di
posisi Centre-Forward adalah mencetak gol sebanyak
mungkin untuk timnya.
Seorang Centre-Forward tidak hanya mendapat tugas mencetak
gol, ia juga berhak melakukan Penguasaan Bola (ball possession) sebanyak
mungkin. Kemudian menekan daerah pertahanan lawan, sebelum memberikan
umpan pada rekan satu tim untuk mencetak gol.
Hal ini biasanya membutuhkan pergerakan dan kecepatan yang lebih baik.
Sebagian besar front-forward modern beroperasi di depan striker kedua atau
gelandang serang tengah, dan melakukan sebagian besar penguasaan bola di luar
kotak penalti.
Peran seorang Centre-Forward saat ini kadang dipertukarkan
dengan gelandang serang, terutama dalam formasi 4-3-1-2 atau 4-1-2-1-2.
Istilah "target man" sering
digunakan untuk menggambarkan jenis striker tertentu yang peran utamanya adalah
memenangkan bola tinggi di udara, dan menciptakan peluang gol.
Pemain ini biasanya tinggi dan kuat
secara fisik, mahir menguasai bola. Istilah Centre-Forward diambil dari formasi sepak bola awal
yang bermain, dimana ada lima pemain di depan. Dengan perincian, dua pemain depan
luar, dua di depan, dan satu pemain tengah. Satu pemain tengah itulah yang
disebut Centre-Forward.
2. Striker
Peran striker agak berbeda dari
seorang Centre-Forward, meskipun istilah centre-forward dan striker digunakan secara
bergantian saat ini, karena keduanya bermain lebih maju mendekati gawang lawan,
dibanding pemain lain.Contoh yang paling gampang untuk posisi ini adalah Zlatan
Ibrahimovic.
Zlatan Ibrahimovic, Striker tangguh dari Manchester United dan Swedia. |
Sama halnya seorang Centre-Forward, peran konvensional seorang
Striker adalah mencetak gol. Oleh karena itu, striker dikenal karena kemampuan
mereka untuk membongkar pertahanan lawan kemudian mencetak gol, atau menerima
umpan lalu mencetak gol.
Mereka biasanya pemain cepat dengan
kontrol bola yang bagus serta kemampuan
menggiring bola yang luar biasa.
Contohnya adalah Michael Owen, Owen
adalah striker yang memiliki keunggulan
kecepatan, sehingga ia bisa mengelabuhi pemain
bertahan yang memiliki postur tubuh yang lebih tinggi dan besar.
Striker
yang baik harus percaya diri, mampu melepaskan tendangan (tembakan)
dengan kedua kakinya, memiliki
kekuatan dan akurasi yang hebat. Ia juga harus memiliki kemampuan menjalin
komunikasi dengan rekan
setimnya, dan yang lebih penting adalah mampu
menguasai bola di bawah tekanan dalam situasi apapun.
3. Second Striker
Second Striker bisa juga disebut Deep-Lying Forwards.
Second Striker
memiliki sejarah panjang dalam permainan,
namun terminologi untuk menggambarkan aktivitas bermain mereka telah bervariasi
selama bertahun-tahun.
Awalnya, pemain semacam itu disebut Inside
Forward atau Deep Lying Forwards
yang kreatif. Pada perkembangan berikutnya,
muncul istilah yang lebih
mengena, yaitu Second striker (
striker kedua) atau striker bayangan.
Second Striker biasanya mengenakan
kaos bernomor Punggung 10, seperti halnya Diego Maradona di timnas Argentina. Maradona
adalah seorang Second Striker alias Gelandang Serang atau Playmaker.
Karena posisinya hanya Second
Striker, ia tidak mempunyai tanggung jawab yang besar mencetak gol. Tugas utama seorang Second Striker,
adalah memberikan umpan matang kepada Striker Murni agar bisa mencetak gol.
4. Inside Forward atau Penyerang Dalam
Pada formasi 2-3-5 dengan 5
pemain di depan, maka posisi Inside
Forward adalah persis disamping Centre-Forward.
Pada formasi ini, tentu saja ada dua orang pemain sebagai Inside Forwards.Perannya adalah mendukung Centre-Forward.
Posisi
Inside Forward populer digunakan pada akhir abad ke-19
dan paruh pertama abad ke-20.
Perannya secara luas mirip dengan
posisi second striker dalam sepakbola
modern, meski di sini ada
dua pemain seperti itu, yang dikenal dengan baik di dalam sebelah
kanan dan di kiri.
Dalam sepakbola modern, pemain
berposisi Inside Forward telah didorong ke depan untuk menjadi
penyerang dengan
formasi 4-3-3. Di lain waktu, ia bisa kembali ke lini tengah dan yang
lainnya tetap berada
di depan dengan formasi
4-4-2.
![]() |
Pemain di posisi Inside Forward ada disamping Centre-Forward |
5. Outside Forward atau Penyerang Luar.
Seorang pemain Outside Forward bermain di depan dan menyerang dari sektor sayap kanan atau kiri. Biasanya sebagai bagian dari formasi
2-3-5 atau salah satu variannya.
Saat ini taktik dan strategi
dalam permainan sepak
bola telah banyak berkembang, dan pemain sayap telah kembali menjadi gelandang. Banyak komentator dan analis sepak
bola masih mengacu pada posisi sayap sebagai "di luar kanan" dan
"di luar kiri".
·
Adapun Tanggung
jawab pemain di
posisi Outside Forward ;
a. Mencetak Gol; pilihan
pertama mereka adalah menembak agar terjadi gol,
sementara pilihan kedua mereka adalah mencari cara lain untuk menciptakan
peluang gol bagi tim.
b.Mengirim/Mengumpan
Bola : ketika mereka
berlari ke sudut tembakan yang
tidak mungkin menjadi gol,
mereka harus menemukan cara untuk mengirim/mengumpan bola
ke tengah area kotak penalti,
yang memungkinkan pemain di sektor tengah dapat mencetak
gol.
·
Karena
tanggung jawab semacam ini, maka seorang pemain Outside Forwards harus ;
a. Mahir dalam
menggiring bola dan
menghindari pemain bertahan lawan.
b. Seorang Outside
Forwards juga harus memiliki Kecepatan.
Ini sebagai kebutuhan utama
untuk menghasilkan
serangan balik yang efektif.
6. Winger atau Pemain Sayap
Winger
atau Pemain Sayap adalah pemain menyerang yang
ditempatkan dalam posisi yang lebih luas. Mereka dapat diklasifikasikan sebagai
Forward, mengingat asal mereka sebagai posisi
Outside Forward.
Meski demikian, Winger tetap
dikelompokkan sebagai pemain tengah, ini mengacu pada pertandingan sepakbola Inggris yang lebih
sering menerapkan formasi 4-4-2.
Seorang Winger umumnya seorang pemain tercepat dalam tim, dan biasanya memiliki kemampuan dribbling yang bagus pula. Cristiano
Ronaldo adalah contoh seorang Winger yang produktif.
Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi kecenderungan
seorang Winger ditempatkan diposisi yang berbeda. Harapannya
adalah, ia dapat mengeksplore kakinya yang lebih kuat untuk menendang bola.
Taktik
ini pernah digunakan
oleh Frank Rijkaard ketika masih melatih Barcelona. Rijkaard memindahkan Lionel Messi dari sayap
kiri ke sayap kanan.
![]() |
Cristiano Ronaldo, Winger terbaik dunia. |
7. False 9.
False
9 (False Nine) adalah penyerang palsu. Dalam beberapa hal mirip dengan peran
gelandang serang / playmaker yang lebih maju. False 9 adalah striker tunggal yang tidak biasa, atau pemain depan yang turun jauh.
Sebuah tim bisa menempatkan pemain berkarakter False 9
dengan tujuan menciptakan
masalah bagi lawan. Lawan akan terkecoh karena hanya fokus menjaga penyerang utama.
Istilah ini berasal dari angka
tradisional, yaitu angka 9, dimana seorang pemain yang menggunakan
nomor punggung 9 dianggap sebagai Penyerang Tengah (Centre-Forward yang paling
layak untuk dijaga.
Faktanya bahwa pemain bernomor
punggung 9 kadang-kadang berada di
daerah pertahanan, dan jika sudah ada
kesempatan menyerang ia akan bergerak melewati pemain belakang lawan untuk
mencetak gol.
False 9 pertama di Piala Dunia adalah Juan Peregrino Anselmo di
tim nasional Uruguay, meskipun ia tidak dapat memainkan pertandingan melawan
Argentina di Piala Dunia 1930 karena cedera.
AS Roma di bawah manajer Luciano
Spalletti, pernah menggunakan jasa Francesco Totti
sebagai seorang False 9. Totti sebagai gelandang
serang atau trequartista, tampil di
depan dalam formasi 4-6-0 yang inovatif. Dengan False 9 semacam ini, Roma bersama
Luciano Spalletti pernah menghasilkan 11 kemenangan berturut-turut.
Kemudian Arsenal di bawah Arsene Wenger
memanfaatkan Robin van Persie sebagai False 9.
Di
Euro 2012, manajer Spanyol Vicente del Bosque menggunakan
striker utama Fernando
Torres, tapi sekaligus memasang False 9 pada seorang
Cesc Fabregas dalam beberapa pertandingan, termasuk final.
Pada
akhir 2012, False 9 telah
"mainstream" dengan banyak klub yang menggunakan versi sistem. Lionel
Messi dari Barcelona telah menjadi eksponen dari False 9 yang
berhasil banyak dalam beberapa tahun terakhir, baik dibawah pelatih Pep Guardiola, Tito Vilanova sampai Ernesto Valverde.
Satu pendekatan untuk menghentikan
serangan False 9, adalah menciptakan kemacetan di lini tengah
dengan cara menempatkan beberapa pemain kembali pada
peran yang lebih defensif.
Strategi bertahan ‘parkir bus’ ala Jose
Mourinho mungkin salah satu yang bisa diterapkan.
No comments:
Post a Comment