Thursday, 4 May 2017

Timnas U-22 Jalani Pemusatan Latihan Lagi.

(Foto : sumber PSSI.org)

Luis Milla makin serius menangangi Timnas Indonesia U-22. Keseriusan ini diwujudkan dengan terus menerus melakukan Pemusatan Latihan. Beberapa kali Pemusatan Latihan (Puslat) dilakukan, termasuk diantaranya Puslat yang  dilaksanakan tanggal 7-9 Mei 2017 di Lapangan Karawaci Tangerang.

Apa yang dilakukan Luis Milla ini agar peak performance pemain Timnas U-22 selalu berada di level atas, sebelum terjun di event resmi Sea Gamea 2017 di Malaysia. Puslat ini masih dalam tahap mencari pemain yang pas untuk menempati posisi yang diinginkan Luis Milla.

Itulah sebabnya PSSI menerapkan semacam sistem promosi degradasi pada pemain. Pemain yang penampilannya menurun, akan diganti oleh pemain yang moncer di kompetisi Liga 1 yang saat ini  masih  bergulir. Salah satu contoh adalah, tidak dipanggilnya lagi Penyerang Ahmad Nur Hardianto dari Persela Lamongan. Luis Milla menggantinya dengan Penyerang dari Bali Unites, Yabes Roni.

Selain Yabes, Luis Milla juga memanggil Rezaldi Hehanusa dari Persija Jakarta, dan Marinus Mariyanto Wanewar dari Persipura Jayapura.


Inilah  26 Pemain yang dipanggil  mengikuti Puslat 7-9 Mei 2017.

Kiper:
Ravi Murdianto (PS TNI)
Mochamad Dicky Indrayana (Bali United)
Kurniawan Kartika Ajie (Persiba Balikpapan)
Satria Tama Hardianto (Persegres Gresik United)

Belakang:
Bagas Adi (Arema FC)
Ryuji Utomo (Persija)
Hansamu Yama Pranata (Barito Putera)
Andy Setyo (PS TNI)
Putu Gede (Bhayangkara FC)
Zalnando (Sriwijaya FC)
Ricky Fajrin (Bali United)
Nazar Nurzaidin (Barito Putera)
Rezaldi Hehanusa (Persija Jakarta)

Tengah:
Muhammad Hargianto (Bhayangkara FC)
Asnawi Bahar Mangku Alam (PSM Makassar)
Evan Dimas (Bhayangkara FC)
Gian Zola (Persib Bandung)
Hanif Sjahbandi (Arema FC)
Nasir (Arema FC)
Saddil Ramdani (Persela Lamongan)
Miftahul Hamdi (Bali United)
Arsyad Yusgiantoro (Persegres Gresik United)
Febri Hariyadi (Persib Bandung)
Paolo Oktavianus Sitanggang (Barito Putera)

Depan:
Marinus Mariyanto (Persipura)
Yabes Roni (Bali United)

Wednesday, 3 May 2017

PSCS VS Persibat berakhir 0-0.


PSCS Cilacap gagal menaklukkan tamunya, Persibat Batang, dalam laga pekan ketiga Grup 3 Liga 2. Menjamu Persibat di Stadion Wijayakusuma, skuat besutan Barnowo ini hanya mampu bermain imbang 0-0, Rabu 3 Mei 2017 WIB.

PSCS yang bertindak sebagai tuan rumah, tak begitu saja mampu mendikte Persibat. Di babak pertama, sejumlah peluang didapat oleh PSCS lewat Andri Arianto, Wusono Budi, dan Jimmy Suparno.

Namun, pertahanan solid Persibat yang digalang Tugi Hadi dan Arif Budiyono, meyulitkan PSCS untuk mencetak gol. Di babak pertama, kedua tim hanya mampu bermain imbang tanpa gol alias 0-0.

Memasuki babak kedua, PSCS tetap memegang kendali pertandingan. Andri Arianto kembali membuang peluang bagi PSCS, saat babak kedua berjalan empat menit. Sepakannya masih melambung di atas mistar gawang Persibat.

Menit 69, Persibat nyaris membobol gawang Ega Rizky lewat sepakan Dani Namangge. Sayang, sepakan Dani yang sudah berdiri di depan mulit gawang justru melambung di atas mistar gawang. Peluang Persibat menit 77 lewat sepakan Muhammad Solikin juga masih belum menemui sasaran.

Hingga wasit meniup peluit tanda akhir pertandingan, baik PSCS maupun Persibat tidak bisa memecahkan kebuntuannya. Skor imbang 0-0 harus rela diterima kedua tim sebagai hasil akhir laga ini.

Hasil imbang ini sementara menempatkan PSCS di posisi puncak klasemen Grup 3 dengan raihan poin 7. Sementara Persibat sementara naik ke posisi ketiga dengan raihan poin 4.

Susunan Pemain:

PSCS Cilacap: Ega Rizky (gk); Risman Maidullah, Sunni Hizbullah, Sugiyanto, Ilham Zusril, Mohammad Choiron (Imam Wiyoto'59), Jimmy Suparno, Galih Akbar, Saiful Bahri, Andri Arianto, Wusono Budi.

Persibat Batang: Sendri Johan (gk); Rasul Zainuddin, Arif Budiyono, Tugi Hadi, Wahyu Kopriyana, Rizky Wijayanto, Wahyu Susilo, Dado Sutisna, Muhammad Solikin, Ivan Wahyudi (Dani Namangge'61), Wisnu Wardani (Honi Makrufan'84). (Sumber : viva.co.id)

Paolo Dybala berharap Juventus Juara Liga Champions.



Nama Paolo Dybala kian moncer bersama Juventus. Tak ayal klub-klub besar Eropa ramai-ramai mengincarnya. Aksi Dybala akan makin terlihat ketika  membela Juventus  lawan tuan rumah AS Monaco, dibabak semifinal Leg 1 Liga Champions musim 2016/2017.  Kepada UEFA.com, Dybala  berbicara banyak hal, tentang AS Monaco yang jadi lawannya, gaya permainannya, tentang selebrasi ‘Dybala Mask’, dan tentang Ronaldinho pemain favoritnya, dll.

Bagaimana pendapatmu tentang tentang AS Monaco ?

Monaco berada di puncak klasemen liga domestik, dan mereka melakukannya dengan sangat baik. Mereka adalah tim yang tangguh, mereka kuat dan mereka memiliki beberapa pemain yang benar-benar bagus. Begitu juga kami, jadi pasti akan menjadi tontonan yang seru. Kami  melihat bahwa AS Monaco  bertipikal menyerang,  dan  telah mencetak banyak gol. Namun demikian,  kami tetap memiliki ruang untuk mengalahkannya.

Bagaimana  Gaya Permainanmu yang sebenarnya ?

Saya mencoba menjadi pemain yang cerdas dan memikirkan apa yang akan saya lakukan sebelumnya, karena Anda tidak mendapatkan banyak waktu pada bola. Saat ini sepak bola serba cepat, dan Anda harus selalu aktif setiap saat. Saya mencoba menganalisis permainan, melihat bagaimana tim lawan dan pemain beroperasi, dan memanfaatkan sebaik mungkin kemampuan saya, terutama kaki kiri saya, yang mungkin merupakan aset terbesar saya. Saya hanya melihat untuk melakukan yang terbaik untuk membantu rekan satu tim saya.

Apa sih arti selebrasi ‘Dybala Mask’ buat anda ?

Sejak awal tahun 2017 ini, saya memutuskan untuk merayakan sebuah perayaan baru dengan tahun baru dan saya mulai memikirkan gagasan. Suatu hari, 'Dybala Mask'  menjadi ide saya ketika  usai mencetak gol. Arti ‘Dybala Mask’   memiliki arti penting bagi saya,  dan ini membuat saya sedikit beruntung.  Sejak pertama kali melakukan selebrasi ini, segala sesuatu senantiasa berjalan dengan sangat baik. Dan setiap orang juga bebas memilih  melakukan selebrasi dengan cara mereka sendiri.

Mengapa Ronaldinho menjadi pemain favoritmu ?

Ronaldinho adalah salah satu pemain favorit saya. Saat saya tumbuh dewasa, dia pernah berbicara kepada saya,  bahwa  bermain bola harus dengan rasa senang. Tersenyum  di wajah adalah salah satu wujud kongkritnya.

Pelatih dan pemain Eropa terkadang tidak melihat sepak bola seperti yang dilakukan orang Amerika Selatan. Kami menikmati permainan, tertawa banyak, menari dan sebagainya. Saya selalu berusaha bersenang-senang dan menikmati apa yang saya lakukan di lapangan. Itulah pola pikir saya.

Bagaimana prospek memenangkan Liga Champions ?

Ini bisa jadi tahun kami,  kami melakukannya dengan sangat baik di semua kompetisi yang sedang kami hadapi. Tidak akan mudah karena ada tiga tim lain yang seperti kami, yaitu ingin memenangkannya setiap pertandingan. Kami   tentu berambisi  untuk memenangkan setiap pertandingan dan  meraih satu tujuan, yaitu juara.

Ini akan menjadi hadiah yang benar-benar pantas bagi banyak pemain,  yang telah lama berada di Juventus, dan  telah melakukan banyak hal selama bertahun-tahun, mulai dari Gianluigi Buffon hingga Claudio Marchisio, Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini. Mereka belum bisa mengangkat trofi, dan saya pikir mereka benar-benar layak untuk mengangkat trofi. Trofi Liga Champions.


Cristiano Ronaldo, Raja Gol di Liga Champions.



Pada babak semifinal Leg 1 Liga Champions, antara Real Madrid vs Atletico Madrid dinihari tadi, tuan rumah menggasak tamunya dengan akor 3-0. Tiga gol itu semuanya dicetak Cristiano Ronaldo. Amaizing.!

Urusan cetak mencetak gol memang ahlinya Cristiano Ronaldo. Tiga gol yang bersarang digawang Atletico   Madrid, makin menambah pundi-pundi  gol Ronaldo. Usai lawan Atletico Madrid dinihari tadi (4/5/2017), jumlah gol yang dicetak di Liga Champions totalnya ada 103.

Pundi-pundi gol Cristiano Ronaldo masih mungkin bertambah, karena Real Madrid masih melakoni Leg 2 semifinal Liga Champions musim 2016/2017 ke kandangnya Atletico Madrid. Kesempatan mengumpulkan gol-gol Liga Champions akan tetap muncul,  jika Real Madrid berhasil melaku ke final.

Bagaimana dengan Lionel Messi ?
Saingan terdekat Cristiano Ronaldo dalam urusan cetak-mencetak gol di Liga Champions, hanya ada pada Lionel Messi. Saat ini Messi mengemas 94 gol di Liga Champions. Terpaut 9 gol.

94 gol yang dibuat Lionel Messi, semua untuk Barcelona. Beda dengan Cristiano Ronaldo. 103 gol di Liga Champions 15 gol dicetak ketika membela Manchester United. 88 gol untuk Real Madrid.

Baca Juga : DAFTAR MARQUEE PLAYER DI INDONESIA LIGA 1 / 2017.

Sekilas Cristiano Ronaldo Si Raja Gol Liga Champions :

- Pemain pertama yang menembus 20 gol di Derby Madrileno (Real Madrid vs Atletico Madrid)

- Pemain pertama yang mencetak back-to-back hattrick di Liga Champions.

- Menyamai rekor hat-trick terbanyak milik Lionel Messi di Liga Champions.

- Menyalip rekor gol Alfredo Di Stefano di semifinal Liga Champions dengan 13 gol.

- Pemain keempat yang mencetak hat-trick di semifinal Liga Champions  setelah Alessandro Del Piero (1998), Ivica Olic (2010), dan Robert Lewandowski (2013).


Sisi Lain AS Monaco vs Juventus




Babak semifinal Leg 1 Liga Champions Kamis dinihari nanti (4/5/2017), mempertemukan tuan rumah AS Monaco lawan jawara Serie A, Juventus.

Berikut sekilas Sisi Lain AS Monaco vs Juventus.

1. Juventus hanya sekali  menang dari 11 laga away di semifinal Liga Champions. Sisanya adalah 4 kali seri dan 6 kali kalah.

2. Juventus belum kebobolan dalam fase knockout di Liga Champions musim ini.

3. Kesamaan starter di lini belakang  Juve dan Monaco adalah pemain termuda di masing-masing berada di sektor kiri. Juve memiliki Alex dan Sandro (26 tahun). Sedangkan Monaco memiliki Benjamin Mendy (22 tahun)

4. AS Monaco tidak pernah kalah dari 7 laga home di Liga Champions musim ini. (6 kali menang dan 1 kali seri)

5. Monaco hanya sekali gagal mencetak gol dalam 14 laga di Liga Champions musim ini. Ketika itu  kalah 0-3 dari Bayern Leverkusen di matchday pamungkas grup E.

6. Kylian Mbappe mencetak 18 gol dalam 18 laga terakhirnya bersama AS Monaco.

7. Monaco selalu menang dalam 13 laga di Stade Louis ll, ketika Radamel Falcao mencetak gol.

Tuesday, 2 May 2017

Prediksi Ajax vs Lyon



Ajax vs Lyon mengawali babak semifinal Leg 1 Liga Europa musim 2016/2017.  Ajax menjamu  Lyon di Amsterdam Arena (Johan Cruiff ArenA) Kamis  dinihari (4/5/2017).

Bertanding di hadapan pendukungnya sendiri, Ajax dipastikan tidak diperkuat Bek kiri Daley Sinkgraven, karena tengah mengalami cedera lutut.  Namun demikian Ajax masih diunggulkan, karena pemain kunci Ajax  tetap turun. Dialah Kasper  Dolberg.

Kasper Dolberg adalah pemain Denmark yang baru berusia 19 tahun.  Saat ini tim-tim elit Eropa sedang mengincar  Kasper Dolberg. Sepanjang musim ini, Dolberg sudah mencetak 19 gol dan 8 assist, dalam 43 pertandingan. Sebuah pencapaian bagus untuk ukuran striker muda seusia dia.

Menghadapi wakil Prancis, Lyon, penampilan Ajax secara tim tidak begitu meyakinkan. Ajax baru saja mengalami dua kekalahan dan tiga kemenangan, dari lima pertandingan di semua  kompetisi. Mereka menang 1-5 saat bertandang di markas NEC. Menang 2-0   lawan Shalke. Lalu menang 5-1 atas Heerenven, kalah 3-2 dari Shalke , dan kalah 1-0 dari saingannya di Liga Belanda, PSV.

Pencapaian Ajax di Liga Europa sebenarnya  cukup apik. Ini sebagai  ganti gagalnya Ajax  di Liga Champions. Ajax  tersingkir di Liga Champions sejak babak kualifikasi. Ajax waktu itu  harus bersaing dengan Celta Vigo, Standar Liege, dan Panathinaikos, dan mereka tak terkalahkan dengan empat kemenangan dan dua kali seri untuk memenangkan grup tersebut. Di babak 32 Liga Champions, Ajax mengatasi Legia Warsawa 1-0 secara aggregat. Di babak 16 besar, mereka bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Kopenhagen dengan skor aggregat 3-2. Di perempatfinal, mereka mengalahkan tim Bundesliga Jerman Schalke 4-3.

Perkiraan Formasi : 4-3-3
Perkiraan susunan pemain :
Kiper: Onana
Belakang: Veltman, De Ligt, Sanchez, Viergever
Tengah: Schone, Zlyech, Klaassen
Depan: Traore, Younes, Dolberg

Bagaimana dengan LYON ?
Wakil Prancis Lyon  dimungkinkan berjuang tanpa  Bek Tengah Emanuel Mammana dan striker kunci Alexandre Lacazette. Mereka berdua  sedang cedera.  Sungguh kerugian amat besar  bagi Lyon di saat menghadapi partai krusial . Sementara itu  Winger Memphis Depay  masih tanda Tanya untuk diturunkan,  setelah kepindahannya  Manchester United di musim dingin.


Tanpa striker haus gol,  Alexandre Lacazette, Lyon mungkin akan memaksimal peran  pemain sayap veteran Mathieu Valbeuna untuk maju  sebagai striker. Valbuena memiliki kemampuan, sayangnya ia  tipe pemain yang tidak konsisten. Ini perlu diubah jika tim barunya akan maju dalam turnamen ini, terutama tanpa Lacazette. Valbuena memiliki sembilan gol musim ini, namun tak satu pun  gol lahir di ajang Liga Europa.

Lyon telah melewatkan tiga kekalahan dan dua kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi. Sebuah kekalahan 1-4 di kandang sendiri saat lawan Lorient . Lalu  memang  dikandang sendiri saat lawan Besiktas dengan skor 2-1. Ketika  bertamu di kandang Besiktas, gantian Lyon yang kalah 2-1. Ketika lawan AS Monaco,  Lyon kalah 1-2.  Kemudian  menang 2-1 saat lawan Angers di kompetisi Ligue 1.

Bagaimana Lyon bisa sampai di Liga Europa ?
Lyon berada di urutan ketiga pada babak  grup Liga Champions. Lyon pun lalu ‘diturunkan’ ke Liga Europa. Di babak 32 besar,  Lyon menang besar  lawan Az Alkmaar dengan skor aggregat 11-2. Babak 16 besar, Lyon mengalahkan wakil Italia AS Roma  dengan aggregat 5-4.  Mereka kemudian bermain imbang 3-3 dengan Besiktas di perempatfinal, namun Lyon  melaju ke semifinal Liga Europa setelah menang adu pinalti lawan Besiktas.

Formasi : 4-3-3
Perkiraan susunan pemain :
Kiper: Lopes
Belakang : Jallet, N'Koulou, Diakhaby, Morel
Tengah: Gonalons, Tousart, Tolisso
Depan: Cornet, Valbuena, Fekir

Head-to-Head :
22 Nov’ 2011 : Lyon 0-0 Ajax
14 Sep’ 2011 : Ajax 0-0 Lyon
30 Okt’ 2002 : Lyon 0-2 Ajax
17 Sep’ 2002 : Ajax 2-1 Lyon.


Sisi Lain Real Madrid vs Atletico Madrid




Liga Champions 2016/2017, Rabu nini hari  Pk. 01.45 wib (3/5/2017), akan mempertemukan derby Spanyol di babak Semifinal leg 1, antara Real Madrid vs Atletico Madrid.

Berikut Sekilas Sisi Lain Real Madrid vs Atletico Madrid.

1. Real Madrid selalu mencetak gol dalam 35 laga home terakhir (streak terpanjang) di Liga Champions.

2. Bersama Juventus, Real Madrid adalah klub yang belum tersentuh kekalahan di Liga Champions musim ini. Real Madrid mencatat 7 kali menang dan 3 kali seri.

3.Real Madrid dan Atletico Madrid pernah bersua di semifinal European Cup (nama lama Liga Champions) tahun1958-1959. Laga kala itu berlangsung tiga leg dan Real lolos ke final, lalu merebut juara.

4. Atletico Madrid mencatat 27 kali clean sheet dalam 46 laga Liga Champions pada era Diego Simeone atau sejak 2013-2014 (59 %). Lima kali lebih banyak daripada Real Madrid yang hanya menorehkan clean sheet 22 kali.

5. Isco (Real Madrid) selalu terlibat dalam 12 gol (pencetak gol ataubpemberi assist) dalam  12 starter terakhirnya bersama Real Madrid.

6. Statistik Diego Simeone sebagai pelatih melawan Real Madrid adalah menang 7 kali, seri 7 kali, kalah 8 kali.

Monday, 1 May 2017

Carlo Ancelotti, bawa Bayern Muenchen Juara Liga Jerman.



Don Carlo, begitu orang menyebut  untuk der trainer (pelatih) Carlo Ancelotti. Ia pelatih yang istimewa untuk Bayern Muenchen, karena baru saja mengantarkan Bayern Muenchen  meraih Juara Liga Jerman, Bundesliga, musim 2016/2017. Liga Jerman memang bekum berakhir, tapi perolehan poin Muenchen (73 poin), tidak mungkin terkejar RB Leipzig (63 poin) yang saat ini berada di posisi dua.
Ini adalah gelar ke-27 Bayern Muenchen di Bundesliga.

Saturday, 29 April 2017

Jadwal PSIM Yogyakarta - Liga 2 / 2017



(Sumber : bolajawara.com)

Minggu, 23 April 2017 
PSIM 3-2 Martapura FC
Sabtu, 29 April 2017 (pukul 16.00 WIB)
Persatu 1-0 PSIM
Selasa, 2 Mei 2017 (pukul 15.00 WIB, live Tvone)
PSIM vs Persinga
Sabtu, 13 Mei 2017 (pukul 16.00 WIB)
Madiun Putra vs PSIM
Kamis, 18 Mei 17 (pukul 18.30 WIB, live Tvone)
PSIM VS Persebaya
Sabtu, 8 Juli 2017 (pukul 16.00 WIB)
PSBI vs PSIM
Kamis, 13 Juli 2017 (pukul 15:00 WIB, live Tvone)
PSIM  vs  Persepam MU
Sabtu, 22 Juli 2017 (pukul 16.00 WIB)
Martapura FC  vs  PSIM
Kamis, 27 Juli 2017 (pukul 15.00 WIB, live Tvone)
PSIM vs Persatu
Sabtu, 5 Agustus 20 17 (pukul 16.00 WIB)
Persinga vs PSIM
Rabu, 9 Agustus 2017 (pukul 15.00, live Tvone)
PSIM vs Madiun Putra
Sabtu, 19 Agustus 2017 (pukul 15.00 WIB, live Tvone)
Persebaya vs PSIM
Sabtu, 26 Agustus 2017 (pukul 16.00 WIB)
PSIM vs PSBI
Selasa, 12 September 2017 (pukul 15.00 WIB, live Tvone)
Persepam MU vs PSIM

LIGA 3 / 2017 ( ZONA JAWA TIMUR )


(Sumber : bolajawara.com )

Asprov Jatim (Asosiasi Sepakbola Provinsi Jawa Timur) siap menggelar Kompetisi Sepakbola Kasta Ketiga bernama Liga 3. Ada 41 Tim yang dibagi dalam  6 Grup. Kompetisi dimulai  3 Mei 2017.

Berikut Pembagian  Grup Liga 3 Zona Jawa Timur.

GRUP A.
1. Persewangi Banyuwangi
2. Persid Djember
3. Persebo Bondowoso Muda
4. PSIL Lumajang
5. Probolinggo United
6. PSSS Situbondo
7. Assyabab Bangil

GRUP B
1. Persekabpas Pasuruan
2. Persikapro Probolinggo
3. PSPK Kota Pasuruan
4. Banyuwangi Putra
5. Mitra Bola Utama Sidoarjo
6. Mitra Surabaya

GRUP C
1. Deltras Sidoarjo
2. Cahaya Muda Pamekasan
3. PS Kopa (Kota Pahlawan) Surabaya
4. Persegres Putra, Gresik.
5. Sinar Harapan, Sidoarjo
6. Pamekasan FC
7. Bojonegoro FC

GRUP D
1. Persema Malang
2. Singosari FC Malang
3. Persikoba, Kota Batu.
4. Blitar United
5. DPFF Malang United
6. Triple S, Kab. Kediri.
7. Persenga Nganjuk

GRUP E
1. Arema Indonesia, Malang.
2. Persema 1953, Malang.
3. Blitar Putra
4. Perseta Tulungagung
5. Asifa Malang
6. Persiga Trenggalek
7. Mojosari Putra

GRUP F
1. Persibo Bojonegoro
2. Bumi Wali FC, Tuban.
3. PSID Djombang
4. PUTA, Jombang.
5. Lamongan FC
6. Persedikab, Kab. Kediri.
7. Ngawi FC.

Pelaksanaan Kompetisi Liga 3 Zona Jatim ;
- Pertandingan di babak grup dilakukan dengan  sistem home and away.
- Juara dan runner up grup maju ke babak 12 besar.
- 12 tim itu nantinya dibagi dalam 4 grup, dan setiap grup berisi 3 tim.
- Juara grup dari 4 grup tadi, berhak maju ke babak semi final.
- Fase Semi final dan final, digelar dengan sistem single match dan digelar di tempat netral.

OPINI / ESAI :

Jadikan Piala Presiden seperti Copa del Rey

Piala Presiden seperti Copa del Rey ? Kenapa tidak ?